<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Bagaimana Pakaian Perempuan Aceh?</title>
	<link>http://indonesianmuslim.com/wanita-aceh-asalnya-tidak-berjilbab-dan-sekelumit-pemutarbalikan-sejarah.html</link>
	<description>Thinking about Islam and Indonesia</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 10:05:37 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: masdi</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/wanita-aceh-asalnya-tidak-berjilbab-dan-sekelumit-pemutarbalikan-sejarah.html#comment-329</link>
		<dc:creator>masdi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 13:20:13 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/wanita-aceh-asalnya-tidak-berjilbab-dan-sekelumit-pemutarbalikan-sejarah.html#comment-329</guid>
		<description>Di malaysia ianya juga begitu keadaannya di desa-desa pada zaman dahulu. Namun walaupun kerajaan tidak mewajibkan wanitanya berjilbab kecuali di universitas islam antarabangsa, masih ramai wanita malaysia yang memakai jilbab atau disini ia dpanggil tudung. Menurut survei yag dilakukan, kebanyakan dari mereka memakainya tidak kerana dipaksa sesiapa tapi adalah kerelaan sendiridan pemakaian baju kurung disini adalah sebagai adat dan bukannya kerana keislaman, disini bahkan orang bukan islampun turut mengenakan baju kurung kerana ia baju kebangsaan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di malaysia ianya juga begitu keadaannya di desa-desa pada zaman dahulu. Namun walaupun kerajaan tidak mewajibkan wanitanya berjilbab kecuali di universitas islam antarabangsa, masih ramai wanita malaysia yang memakai jilbab atau disini ia dpanggil tudung. Menurut survei yag dilakukan, kebanyakan dari mereka memakainya tidak kerana dipaksa sesiapa tapi adalah kerelaan sendiridan pemakaian baju kurung disini adalah sebagai adat dan bukannya kerana keislaman, disini bahkan orang bukan islampun turut mengenakan baju kurung kerana ia baju kebangsaan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dodol</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/wanita-aceh-asalnya-tidak-berjilbab-dan-sekelumit-pemutarbalikan-sejarah.html#comment-228</link>
		<dc:creator>dodol</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 18:03:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/wanita-aceh-asalnya-tidak-berjilbab-dan-sekelumit-pemutarbalikan-sejarah.html#comment-228</guid>
		<description>masak iya kalau keliatan betis otaknya udah kemana2..
apa iya laki2 indonesia itu semua tidak punya self control?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>masak iya kalau keliatan betis otaknya udah kemana2..<br />
apa iya laki2 indonesia itu semua tidak punya self control?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ibeth</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/wanita-aceh-asalnya-tidak-berjilbab-dan-sekelumit-pemutarbalikan-sejarah.html#comment-227</link>
		<dc:creator>Ibeth</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 05:48:38 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/wanita-aceh-asalnya-tidak-berjilbab-dan-sekelumit-pemutarbalikan-sejarah.html#comment-227</guid>
		<description>Kak Raiya,

Membaca tulisan kak Raiya di blog ini, hati saya rasa terguyur air sejuk yang selama ini saya cari.
Pertanyaan tentang pakaian adat ini pernah pula saya sampaikan kepada Bang Fuad Mardatillah ketika beliau masih menjabat sebagai deputi agama, sosial dan budaya di BRR. Beliaupun tidak bisa menjawab, sampai akhirnya saya menulis dalam sebuah artikel bahwa seorang tjut nyak dien tidak menggunakan jilbab, bukan karena beliau tidak islami. 
kak Raiya, seandainya berkenan, saya akan mengirimkan undangan kepada kakak, dalam rangka Peluncuran buku novel pertama saya, yang berjudul PEREMPUAN KEUMALA. Buku ini menceritakan tentang Laksamana Malahayati, yang tentu saja jelas tidak berjilbab.... kerudung sampir mungkin iya.... 
Kemana saya bisa mengirimkan undangan tersebut?
Mohon informasinya. 
Saya ingin sekali punya kesempatan untuk berbincang panjang dengan anda.

Best Regards
Endang Moerdopo</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kak Raiya,</p>
<p>Membaca tulisan kak Raiya di blog ini, hati saya rasa terguyur air sejuk yang selama ini saya cari.<br />
Pertanyaan tentang pakaian adat ini pernah pula saya sampaikan kepada Bang Fuad Mardatillah ketika beliau masih menjabat sebagai deputi agama, sosial dan budaya di BRR. Beliaupun tidak bisa menjawab, sampai akhirnya saya menulis dalam sebuah artikel bahwa seorang tjut nyak dien tidak menggunakan jilbab, bukan karena beliau tidak islami.<br />
kak Raiya, seandainya berkenan, saya akan mengirimkan undangan kepada kakak, dalam rangka Peluncuran buku novel pertama saya, yang berjudul PEREMPUAN KEUMALA. Buku ini menceritakan tentang Laksamana Malahayati, yang tentu saja jelas tidak berjilbab&#8230;. kerudung sampir mungkin iya&#8230;.<br />
Kemana saya bisa mengirimkan undangan tersebut?<br />
Mohon informasinya.<br />
Saya ingin sekali punya kesempatan untuk berbincang panjang dengan anda.</p>
<p>Best Regards<br />
Endang Moerdopo</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gogon</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/wanita-aceh-asalnya-tidak-berjilbab-dan-sekelumit-pemutarbalikan-sejarah.html#comment-215</link>
		<dc:creator>gogon</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 04:51:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/wanita-aceh-asalnya-tidak-berjilbab-dan-sekelumit-pemutarbalikan-sejarah.html#comment-215</guid>
		<description>memang telah terjadi pergeseran moral akibat budaya barat yang terus masuk, serta kemajuan teknologi. Jaman dulu memang orang laki jarang yang punya pikiran kotor (ngeres) kalo liat prempuan yang berbusana agak minim, tetapi berbeda dengan sekarang cuma keliatan betis aja otak laki2 sudah kemana2. 
untuk masalah jilbab di Aceh peraturan apapun yang penting lebih banyak manfaatnya kita dukung saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang telah terjadi pergeseran moral akibat budaya barat yang terus masuk, serta kemajuan teknologi. Jaman dulu memang orang laki jarang yang punya pikiran kotor (ngeres) kalo liat prempuan yang berbusana agak minim, tetapi berbeda dengan sekarang cuma keliatan betis aja otak laki2 sudah kemana2.<br />
untuk masalah jilbab di Aceh peraturan apapun yang penting lebih banyak manfaatnya kita dukung saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: admin</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/wanita-aceh-asalnya-tidak-berjilbab-dan-sekelumit-pemutarbalikan-sejarah.html#comment-109</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 21:50:33 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/wanita-aceh-asalnya-tidak-berjilbab-dan-sekelumit-pemutarbalikan-sejarah.html#comment-109</guid>
		<description>kutipan surat benar,
tapi:
 dg keterangnan tanda [1232] itu jelas tafsiran pribadi

Salam
AM (editor IM)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kutipan surat benar,<br />
tapi:<br />
 dg keterangnan tanda [1232] itu jelas tafsiran pribadi</p>
<p>Salam<br />
AM (editor IM)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: amwar</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/wanita-aceh-asalnya-tidak-berjilbab-dan-sekelumit-pemutarbalikan-sejarah.html#comment-85</link>
		<dc:creator>amwar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 05:09:08 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/wanita-aceh-asalnya-tidak-berjilbab-dan-sekelumit-pemutarbalikan-sejarah.html#comment-85</guid>
		<description>KEHARUSAN WANITA PAKAI JILBAB BILA BERADA DILUAR RUMAH 
Surat Al Ahzab ayat 59

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 

 
[1232]. Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KEHARUSAN WANITA PAKAI JILBAB BILA BERADA DILUAR RUMAH<br />
Surat Al Ahzab ayat 59</p>
<p>Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: &#8220;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka.&#8221; Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. </p>
<p>[1232]. Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aswie</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/wanita-aceh-asalnya-tidak-berjilbab-dan-sekelumit-pemutarbalikan-sejarah.html#comment-83</link>
		<dc:creator>Aswie</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 23:28:45 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/wanita-aceh-asalnya-tidak-berjilbab-dan-sekelumit-pemutarbalikan-sejarah.html#comment-83</guid>
		<description>Salam sejahtera,

Ya, suka tidak suka, survey sederhana yang telah dilakukan sebuah kelompok idependen menunjukkan, generasi era 90 an (dari anak- anak remaja, dewasa dan pejabat era tersebut) memang generasi ''kesemarakan'' bukan generasi kualitas dan nilai.
Sekarang, apakah kita akan terhanyut oleh ''peninggalan'' gaya hidup mereka?
I say no away, apalagi itu hanya sekadar menutupi kemunafikan.
Karena saya jauh di Bali, bisa kah kerabat perempuan Indonesia di P Sumatera menggelar acara festival pakaian tradisional nusantara -- yang aslinya tentu --. dengan dibungkus pagelaran ini, perempuan Indonesia yang waras -- saya tak mau menggunakan kata wanita --, secara tisak langsung mendidik siapa saja bahwa inilah BUDAYA berbusana perempuan nusantara Indonesia.
Bukan atas nama agama, kita mengagungkan budaya Arab -- yang memang memerlukan busana jilbab dan kerudung untuk menghindari debu gurun dan teriknya panas sekaligus menjaga kelembaban tubuhnya, sehingga tidak terjadi dehidrasi. Juga memberi kehangatan saat musim dingin datang--.
Tiba- tiba muncul perempuan Indonesia menggunakan kerudung ala Roma, dengan dalih Katolik?
How come? 
Ingat kita lahir telanjang dan kita akan kembali ke Pencipta kita bugil juga.
Kita perlu berpakaian karena faktor sosial, etika. Tetapi haruskah kita menjual ''diri'' hanya karena mencari popularitas di dunia dengan menzalimi ciptaan Tuhan yang lain?
Wajar jika keutuhan NKRI ini makin tercabik- cabik, karena kita sudah berani ''menghapus'' sejarah terciptakanya negara dan bangsa NKRI dengan segala konsekuensinya.
Saya tunggu ceritera Suraiya Kamaruzzaman - Suraiya Kamaruzzaman lain dari Aceh.
GBUs</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam sejahtera,</p>
<p>Ya, suka tidak suka, survey sederhana yang telah dilakukan sebuah kelompok idependen menunjukkan, generasi era 90 an (dari anak- anak remaja, dewasa dan pejabat era tersebut) memang generasi &#8221;kesemarakan&#8221; bukan generasi kualitas dan nilai.<br />
Sekarang, apakah kita akan terhanyut oleh &#8221;peninggalan&#8221; gaya hidup mereka?<br />
I say no away, apalagi itu hanya sekadar menutupi kemunafikan.<br />
Karena saya jauh di Bali, bisa kah kerabat perempuan Indonesia di P Sumatera menggelar acara festival pakaian tradisional nusantara &#8212; yang aslinya tentu &#8211;. dengan dibungkus pagelaran ini, perempuan Indonesia yang waras &#8212; saya tak mau menggunakan kata wanita &#8211;, secara tisak langsung mendidik siapa saja bahwa inilah BUDAYA berbusana perempuan nusantara Indonesia.<br />
Bukan atas nama agama, kita mengagungkan budaya Arab &#8212; yang memang memerlukan busana jilbab dan kerudung untuk menghindari debu gurun dan teriknya panas sekaligus menjaga kelembaban tubuhnya, sehingga tidak terjadi dehidrasi. Juga memberi kehangatan saat musim dingin datang&#8211;.<br />
Tiba- tiba muncul perempuan Indonesia menggunakan kerudung ala Roma, dengan dalih Katolik?<br />
How come?<br />
Ingat kita lahir telanjang dan kita akan kembali ke Pencipta kita bugil juga.<br />
Kita perlu berpakaian karena faktor sosial, etika. Tetapi haruskah kita menjual &#8221;diri&#8221; hanya karena mencari popularitas di dunia dengan menzalimi ciptaan Tuhan yang lain?<br />
Wajar jika keutuhan NKRI ini makin tercabik- cabik, karena kita sudah berani &#8221;menghapus&#8221; sejarah terciptakanya negara dan bangsa NKRI dengan segala konsekuensinya.<br />
Saya tunggu ceritera Suraiya Kamaruzzaman - Suraiya Kamaruzzaman lain dari Aceh.<br />
GBUs</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lusi Lindri</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/wanita-aceh-asalnya-tidak-berjilbab-dan-sekelumit-pemutarbalikan-sejarah.html#comment-72</link>
		<dc:creator>Lusi Lindri</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 21:02:08 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/wanita-aceh-asalnya-tidak-berjilbab-dan-sekelumit-pemutarbalikan-sejarah.html#comment-72</guid>
		<description>Kak Raiya, 

ceritanya persis dengan yang di Jawa. Kalau di Jawa, biasanya para perempuan desa, mandi dengan kain basahan. Dan, kerudungnya ya hanya "kerudung sampir", untuk ke pengajian. Tapi setelah reformasi 1998, kerudungnya berubah menjadi "jilbab".

Moga-moga hak atas kerudung tadi tetap menjadi hak perempuan, baik memakai atau tidak memakai. Dan, bukan hak negara. Kalau negara memaksakan jilbab, bisa-bisa, penjara penuh sesak dengan perempuan.

salam prihatin,
Lusi Lindri</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kak Raiya, </p>
<p>ceritanya persis dengan yang di Jawa. Kalau di Jawa, biasanya para perempuan desa, mandi dengan kain basahan. Dan, kerudungnya ya hanya &#8220;kerudung sampir&#8221;, untuk ke pengajian. Tapi setelah reformasi 1998, kerudungnya berubah menjadi &#8220;jilbab&#8221;.</p>
<p>Moga-moga hak atas kerudung tadi tetap menjadi hak perempuan, baik memakai atau tidak memakai. Dan, bukan hak negara. Kalau negara memaksakan jilbab, bisa-bisa, penjara penuh sesak dengan perempuan.</p>
<p>salam prihatin,<br />
Lusi Lindri</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
