AJI DAMAI dan MASYARAKAT PEMBELA PANCASILA
Berkaitan dengan aksi brutal yang dilakukan massa beratribut FPI terhadap peserta aksi damai Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) pada 1 Juni 2008 di Monas yang mengakibatkan banyak korban berjatuhan, termasuk kaum perempuan dan anak-anak. Padahal AKKBB hendak memperingati hari lahir Pancasila ke-63 yang notabene merupakan dasar negara Republik Indonesia, hasil konsensus para pendiri bangsa ini. Kemudian mempertimbangkan pula aksi-aksi FPI terdahulu yang banyak meresahkan warga maka AJI DAMAI dan Masyarakat Pembela Pancasila menyatakan:
1. Mengecam tindakan biadab yang dilakukan massa beratribut Front Pembela Islam (FPI) terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Tindakan anarkistis tersebut menimbulkan luka baik secara fisik maupun mental serta menciderai hati rakyat Indonesia tatkala putra-putri Ibu Pertiwi tengah merayakan hari lahir Pancasila ke-63.
2. Mendesak kepada Kepolisian RI dan jajaran di bawahnya untuk tidak melakukan pembiaran dan segera mengambil tindakan hukum secara tegas kepada pelaku penganiayaan serta penyerangan di Monas dan aksi-aksi barbarian lainnya.
3. Mendesak kepada Presiden, Yudikatif dan Parlemen untuk menjaga Konstitusi Negara, Pancasila dan NKRI dari rongrongan kelompok yang dengan terang-terangan menggoyang dasar negara saat seyogyanya kita patut menghargai dan melakoninya.
4. Menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menyikapinya dengan pantas dan tepat terhadap kelompok-kelompok yang tak mau hidup berdampingan dengan sesama anak bangsa yang majemuk.
5. Mendukung Pernyataan Sikap Sri Sultan HB X agar kelompok-kelompok yang tidak bisa hidup berdampingan dengan kelompok lain yang berbeda agama, suku, ras maupun golongan tidak boleh dibiarkan hidup dan berkembang di Negara Indonesia tercinta ini.
Pendukung pernyataan:
Aliansi Jogja untuk Indonesia Damai (AJI DAMAI) dan Masyarakat Pembela Pancasila di dukung oleh Jaringan Islam Kampus (JARIK), Rumpun Nusantara, National Integration Movement (NIM) Joglosemar, DIAN/Interfidei, Jembatan Persahabatan (JP), Suluh Perdamaian (SP), Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB), Pusham UII, Pusat Studi Islam (PSI) UII, Cemara Institute, SOS Desa Taruna, SKTV, WKRI Cabang Jogja, Ponpes Guna Mrica, Kevikepan DIY, RTND, YPR, PLIP Mitra Wacana, IDEA Jogja, PMII Cab. Sleman, SP Kinasih, Jaringan Muda Nasionalis, Forum Nom-noman 0 Kilometer, GMKI Cabang Jogja, Merti Jogja, SYARIKAT Indonesia, LKiS, Sema-F Ushuluddin, BEM-F Dakwah, KBMU UIN Suka, Gerakan Gender Transformatif (Gerget), Komunitas Warna Kampus UGM, PMII Komisariat UIN, Front Aksi Mahasiswa Jogja, Komunitas Lintas Hening, Persekutuan Gereja se-Indonesia, PMKRI, Forum LSM DIY, Lingkar Muda Nahdlatul Ulama (LMNU), Ponpes Nurul Ummahat Kotagede, Simpul Iman Community (SIM-C) USD-UIN-UKDW, PLIP MITRA WACANA, GMNI Cabang Jogja, HMI, PMII Cabang Jogja, MAKARYO, KOHATI Cabang Jogja, PADII, FAKES DIY, SPSI RTMM DIY, KAHUT DIY, IPPAK USD, Satunama, KAHUT, IRE, Yayasan AGAPE, PRM, Jangkep, PSB, AGM, DPD PARKINDO, LSPPA. (Malioboro, Selasa 3 Juni 2008)
Sumber gambar: Kompas online.

2 users commented in " PERNYATAAN SIKAP, PENGECAMAN KEKERASAN OLEH FPI "
Follow-up comment rss or Leave a Trackbacktampaknya telah terjadi sebuah pergeseran kepemimpinan negeri ini yang mana peran pemerintah telah digeser oleh sebuah ormas kriminal berkedok agama. dimana dengan sangat sesuka hati mereka mendikte pemerintah untuk membuat skb menolak ahmadiyah, mengacak-acak regulasi dan prosedur2 kepolisian, bahkan menghina beberapa orang secara terang-terangan termasuk presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono tanpa sedikitpun sanksi tegas dari pihak2 yang seharusnya berotorisasi untuk itu. akankah mereka tetap dibiarkan besar kepala untuk terus memaksakan kehendak mereka bahkan mendikte negara ini?
tindak kekerasan atas nama agama tidak bisa dibenarkan, karena hanya akan menimbulkan biaya-biaya manusiawi baik dalam hal fisik maupun makna.
kebutuhan individu akan makna kehidupan tidak bisa dipaksakan dengan menggunakan pentungan!!!
namun akhir-akhir ini sangat disayangkan bahwa insiden monas kurang diekspos oleh media lagi, isunya belum selesai tapi sudah diganti isu lain, sangat disayangkan.
Leave A Reply