<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Nota Buat Adian Husaini</title>
	<link>http://indonesianmuslim.com/nota-buat-adian-husaini.html</link>
	<description>Thinking about Islam and Indonesia</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 03:30:35 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: Hendra Sugiantoro</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/nota-buat-adian-husaini.html#comment-217</link>
		<dc:creator>Hendra Sugiantoro</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 10:34:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/nota-buat-adian-husaini.html#comment-217</guid>
		<description>Hanya Allah SWT yang mengetahui masing-masing hati manusia. Allah SWT yang lebih mengetahui siapa yang berjuang di jalan-Nya dan siapa yang berpura-pura berjuang di jalan-Nya. Sejatinya agama ini jelas. Islam telah jelas menerangkan secara benderang sebuah kebenaran. Namun, penghambaan manusia pada akal yang berlebihan kadang kala menjerumuskan manusia pada pemikiran yang melenceng dari Islam. Pemikiran-pemikiran yang tidak selaras dengan Islam akhirnya tak tampak di depan mata karena dibungkus juga dengan label Islam. Hati nurani tentu bersedih menyaksikan para intelektual yang justru terkontaminasi dengan paham orientalis. 
Jika membaca dengan terang agama ini, kita sejatinya memiliki landasan untuk hidup rukun dengan agama lainnya. Islam juga mengajarkan umatnya untuk menghormati pemeluk agama lainnya. Hanyasanya, interaksi kita dengan pemeluk agama lainnya tidak diperkenankan mencederai aqidah kita. Tak ada tawar-menawar terkait dengan aqidah meskipun ditawari semilyar rupiah atau sehampar dunia sekalipun. Ya, benar bahwa Islam adalah agama kerukunan. Namun, membina dan merajut kerukunan harus tetap memegang teguh prinsip aqidah. Apakah jika aqidah tetap dipegang teguh dipastikan tak ada kerukunan? Ya, Allah ampunilah kami.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hanya Allah SWT yang mengetahui masing-masing hati manusia. Allah SWT yang lebih mengetahui siapa yang berjuang di jalan-Nya dan siapa yang berpura-pura berjuang di jalan-Nya. Sejatinya agama ini jelas. Islam telah jelas menerangkan secara benderang sebuah kebenaran. Namun, penghambaan manusia pada akal yang berlebihan kadang kala menjerumuskan manusia pada pemikiran yang melenceng dari Islam. Pemikiran-pemikiran yang tidak selaras dengan Islam akhirnya tak tampak di depan mata karena dibungkus juga dengan label Islam. Hati nurani tentu bersedih menyaksikan para intelektual yang justru terkontaminasi dengan paham orientalis.<br />
Jika membaca dengan terang agama ini, kita sejatinya memiliki landasan untuk hidup rukun dengan agama lainnya. Islam juga mengajarkan umatnya untuk menghormati pemeluk agama lainnya. Hanyasanya, interaksi kita dengan pemeluk agama lainnya tidak diperkenankan mencederai aqidah kita. Tak ada tawar-menawar terkait dengan aqidah meskipun ditawari semilyar rupiah atau sehampar dunia sekalipun. Ya, benar bahwa Islam adalah agama kerukunan. Namun, membina dan merajut kerukunan harus tetap memegang teguh prinsip aqidah. Apakah jika aqidah tetap dipegang teguh dipastikan tak ada kerukunan? Ya, Allah ampunilah kami.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adian Husaini, M.A</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/nota-buat-adian-husaini.html#comment-43</link>
		<dc:creator>Adian Husaini, M.A</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 21:36:06 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/nota-buat-adian-husaini.html#comment-43</guid>
		<description>Afwan....ngomongin Ana ya? tidak baik ghibah tanpa ada orangnya...
tapi Ana mau tabayyun sedikit:
Sejarah natal bersama bukanlah seperti diceritakan di atas, tetapi adalah temuan jenial dari pemerintah &#38; departemen agama yang terobsesi untuk persatuan. secara garis besar kristen di indonesia terdiri dari 2 bagian besar: katolik dan protestan. katolik jelas satu komando, satu paus, tetapi protestan terdiri dari berbagai sekte, mulai dari gereja tanah jai, gereja toraja, gereja batak, belum aliran yang populer di kalangan cina. juga ada berbagai aliran kristen yang tidak mau mengaku protestan, seperti saksi jehovah, latter day saint, dll, maka departemen agama berembug dengan organisasi kristen untuk membuat acara natal bersama, untuk membangun kebersamaan antar aliran kristen dan katolik. 
jadi bukan acara natal bersama dengan umat agama lain.
cuma Adian Husaini (yang palsu. saya asli lho) suka memelintir sesuai pengertian kedua, natal bersama dengan umat agama lain.
jadi, umat islam tidka perlu ribut dengan natal bersama, itu adalah urusan katolik (cuma satu) dengan berbagai aliran kristen yang jumlahnya ratusan di indonesia.
sekilan. 
syukron jazakallah.
ttd
Adian Husaini yang sudah ikut JIL</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Afwan&#8230;.ngomongin Ana ya? tidak baik ghibah tanpa ada orangnya&#8230;<br />
tapi Ana mau tabayyun sedikit:<br />
Sejarah natal bersama bukanlah seperti diceritakan di atas, tetapi adalah temuan jenial dari pemerintah &amp; departemen agama yang terobsesi untuk persatuan. secara garis besar kristen di indonesia terdiri dari 2 bagian besar: katolik dan protestan. katolik jelas satu komando, satu paus, tetapi protestan terdiri dari berbagai sekte, mulai dari gereja tanah jai, gereja toraja, gereja batak, belum aliran yang populer di kalangan cina. juga ada berbagai aliran kristen yang tidak mau mengaku protestan, seperti saksi jehovah, latter day saint, dll, maka departemen agama berembug dengan organisasi kristen untuk membuat acara natal bersama, untuk membangun kebersamaan antar aliran kristen dan katolik.<br />
jadi bukan acara natal bersama dengan umat agama lain.<br />
cuma Adian Husaini (yang palsu. saya asli lho) suka memelintir sesuai pengertian kedua, natal bersama dengan umat agama lain.<br />
jadi, umat islam tidka perlu ribut dengan natal bersama, itu adalah urusan katolik (cuma satu) dengan berbagai aliran kristen yang jumlahnya ratusan di indonesia.<br />
sekilan.<br />
syukron jazakallah.<br />
ttd<br />
Adian Husaini yang sudah ikut JIL</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abuaulia</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/nota-buat-adian-husaini.html#comment-21</link>
		<dc:creator>abuaulia</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 22:56:08 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/nota-buat-adian-husaini.html#comment-21</guid>
		<description>kalo hemat saya, sudahlah kalau orang lain 'menghujat' biarkan saja, kita mustinya nggak usah ikut2an 'menghujat' balik orang itu. kalo kita ngotot, dia bakalan tambah ngotot. ujungnya cuma otot2an aja, yang muncul cuma ego aja dan tanpa solusi. dan orang lain yang melihat kita sesama muslim saling ngotot tinggal tepuk tangan...plok...plok..plok....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo hemat saya, sudahlah kalau orang lain &#8216;menghujat&#8217; biarkan saja, kita mustinya nggak usah ikut2an &#8216;menghujat&#8217; balik orang itu. kalo kita ngotot, dia bakalan tambah ngotot. ujungnya cuma otot2an aja, yang muncul cuma ego aja dan tanpa solusi. dan orang lain yang melihat kita sesama muslim saling ngotot tinggal tepuk tangan&#8230;plok&#8230;plok..plok&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ramadhani</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/nota-buat-adian-husaini.html#comment-9</link>
		<dc:creator>Ramadhani</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jan 2008 15:06:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/nota-buat-adian-husaini.html#comment-9</guid>
		<description>adian husaini kan klu nulis emang suka nyerang-nyerang orang. mirisnya suka nyerang sesama muslim. nusuk sodara sendiri namanya. males atuh mbacanya. ndak ilmiah gituh loh. dhani/darmstadt.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>adian husaini kan klu nulis emang suka nyerang-nyerang orang. mirisnya suka nyerang sesama muslim. nusuk sodara sendiri namanya. males atuh mbacanya. ndak ilmiah gituh loh. dhani/darmstadt.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fatimah</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/nota-buat-adian-husaini.html#comment-7</link>
		<dc:creator>Fatimah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jan 2008 09:20:46 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/nota-buat-adian-husaini.html#comment-7</guid>
		<description>Bukannya Adian Husaini dari INSIST dan website dakwahnya Hidayatullah masuk dalam golongan Radikal? Klo ada temen ngasih tulisan Hidayatullah, biasanya langsung aku delete. Aku ndak tahan dengan cara mereka menulis. Sukanya menjelek-jelekkan tokoh Muslim Indonesia yang aku hormati. Kayaknya sih ndak ada yang paling bener di dunia ini selain mereka dan konco-konconya. Tokoh2 NU dan Muhammadiyah saja disalah-salahin. 

Mereka ini lama-lama akan dijauhi ummat. Andai saja mereka menulis dengan bahasa yang tidak provokatif dan menyerang para tokoh yang kita hormati, tentu kita simpatik dengan tulisan mereka.

Semoga Allah SWT memberikan jalan penerang kepada mereka. Inti dari Islam adalah cinta. Klo tidak membudayakan bahasa cinta, ya biasanya akan jadi radikal. trus ndak mau hormat sama sesama Muslim yang beda pemahaman.

tabik,
Fatimah Nurnberg</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bukannya Adian Husaini dari INSIST dan website dakwahnya Hidayatullah masuk dalam golongan Radikal? Klo ada temen ngasih tulisan Hidayatullah, biasanya langsung aku delete. Aku ndak tahan dengan cara mereka menulis. Sukanya menjelek-jelekkan tokoh Muslim Indonesia yang aku hormati. Kayaknya sih ndak ada yang paling bener di dunia ini selain mereka dan konco-konconya. Tokoh2 NU dan Muhammadiyah saja disalah-salahin. </p>
<p>Mereka ini lama-lama akan dijauhi ummat. Andai saja mereka menulis dengan bahasa yang tidak provokatif dan menyerang para tokoh yang kita hormati, tentu kita simpatik dengan tulisan mereka.</p>
<p>Semoga Allah SWT memberikan jalan penerang kepada mereka. Inti dari Islam adalah cinta. Klo tidak membudayakan bahasa cinta, ya biasanya akan jadi radikal. trus ndak mau hormat sama sesama Muslim yang beda pemahaman.</p>
<p>tabik,<br />
Fatimah Nurnberg</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ali</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/nota-buat-adian-husaini.html#comment-4</link>
		<dc:creator>Ali</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 14:13:10 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/nota-buat-adian-husaini.html#comment-4</guid>
		<description>Menurut saya Penulis kurang objektif. Target seharusya bukan ke Adian H. tetapi apa yang diucapkan.

Jika anda tidak setuju dengan cara dia. Silahkan, bebas saja, hak anda. 

Lawan tulisan dengan tulisan. Kalau Adian H. pernah juga begitu, lalu apa bedanya anda dengan dia?
(Tulisan telah dimoderasi demi kenyamanan)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya Penulis kurang objektif. Target seharusya bukan ke Adian H. tetapi apa yang diucapkan.</p>
<p>Jika anda tidak setuju dengan cara dia. Silahkan, bebas saja, hak anda. </p>
<p>Lawan tulisan dengan tulisan. Kalau Adian H. pernah juga begitu, lalu apa bedanya anda dengan dia?<br />
(Tulisan telah dimoderasi demi kenyamanan)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
