<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Khilafah Islam, Fiktif!</title>
	<link>http://indonesianmuslim.com/mendirikan-khilafah-islam-tidak-wajib.html</link>
	<description>Thinking about Islam and Indonesia</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 22:05:49 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: gita</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/mendirikan-khilafah-islam-tidak-wajib.html#comment-397</link>
		<dc:creator>gita</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 22:11:58 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/mendirikan-khilafah-islam-tidak-wajib.html#comment-397</guid>
		<description>Akhirnya ketemu juga website yang membahas Islam di Indonesia dengan cerdas dan rasional.

Dalam hidup bermasyarakat, kehadiran pemimpin pasti selalu dibutuhkan.
Namun jujur saja saya masih belum bisa membayangkan akan seperti apa Khilafah Islam yang saat ini selalu dibicarakan. Saya belum mampu memperkirakan bagaimana sistem pemerintahan ini akan berjalan. Namun yang terpenting, apabila khilafah adalah tentang kepeminpinan, kira2 bagaimana cara umat Islam di seluruh dunia untuk memilih pemimpin mereka??? Hal inilah yang menurut saya paling penting. Bisa dipastikan ketika terjadi pemilihan umum untuk memilih pemimpin pasti muncul kepentingan2 beberapa pihak yang saling bertentangan dan mungkin akan berujung pada perpecahan umat Islam Sendiri. Apakah pemimpin Khilafah harus dipilih dari garis keturunan Rasul SAW atau dari negara yang kuat secara ekonomi atau dari negara yang kuat secara militer? Lalu dimana peran Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia (jangan2 hanya jadi penonton saja).  

Menanggapi slogan "Khilafah is the only solution".
Menurut saya, ketika berada dalam kegelapan, manusia pasti selalu mencari secercah cahaya yang dapat menjanjikan harapan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya ketemu juga website yang membahas Islam di Indonesia dengan cerdas dan rasional.</p>
<p>Dalam hidup bermasyarakat, kehadiran pemimpin pasti selalu dibutuhkan.<br />
Namun jujur saja saya masih belum bisa membayangkan akan seperti apa Khilafah Islam yang saat ini selalu dibicarakan. Saya belum mampu memperkirakan bagaimana sistem pemerintahan ini akan berjalan. Namun yang terpenting, apabila khilafah adalah tentang kepeminpinan, kira2 bagaimana cara umat Islam di seluruh dunia untuk memilih pemimpin mereka??? Hal inilah yang menurut saya paling penting. Bisa dipastikan ketika terjadi pemilihan umum untuk memilih pemimpin pasti muncul kepentingan2 beberapa pihak yang saling bertentangan dan mungkin akan berujung pada perpecahan umat Islam Sendiri. Apakah pemimpin Khilafah harus dipilih dari garis keturunan Rasul SAW atau dari negara yang kuat secara ekonomi atau dari negara yang kuat secara militer? Lalu dimana peran Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia (jangan2 hanya jadi penonton saja).  </p>
<p>Menanggapi slogan &#8220;Khilafah is the only solution&#8221;.<br />
Menurut saya, ketika berada dalam kegelapan, manusia pasti selalu mencari secercah cahaya yang dapat menjanjikan harapan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/mendirikan-khilafah-islam-tidak-wajib.html#comment-105</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 18:17:22 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/mendirikan-khilafah-islam-tidak-wajib.html#comment-105</guid>
		<description>&#62; Contoh: dalam sistem khilafah pemimpin itu tidak
&#62; dibatasi periode jabatannya (tenure). Asalkan dia
&#62; tidak melanggar syariah, dia bisa berkuasa seumur
&#62; hidup. Dalam sistem demokrasi, hal ini tidak bisa
&#62; diterima. Meskipun seorang pemimpin tidak punya
&#62; cacat moral, tapi kekuasaannya dibatasi sampai periode tertentu.

Ini (pembatasan waktu jabatan) juga ada kelemahannya, seperti :

1. Lenyapnya accountability : sudah banyak contoh bagaimana beberapa hari di akhir jabatan, para presiden Amerika buru-buru mengeluarkan berbagai kebijakan yang tidak pro-rakyat.

Setelah jabatan mereka usai, maka tidak ada dari mereka yang bisa
dituntut atas berbagai kesalahan di masa jabatannya. Padahal beberapa dari mereka ada yang melakukan kejahatan perang, genocide, dst.

2. Pemimpin yang baik tidak sempat berbuat banyak : sudah terlanjur habis masa jabatannya, Juga jadi sangat sulit untuk membuat program jangka panjang.
Akhirnya jadilah pembangunan tambal-sulam.



&#62; Contoh lainnya, sistem khilafah selalu
&#62; mengulang-ulang mengenai konsep baiat (al-bay`ah)
&#62; dan syura. Tapi sayang berhenti saja sampai di
&#62; situ [soalnya sudah dianggap sempurna]. Dalam
&#62; tradisi Barat, electoral systems itu
&#62; diperdebatkan dan terus "disempurnakan" dalam
&#62; berbagai bentuknya. Dari mulai sistem
&#62; proporsional, distrik sampai gabungan keduanya.
&#62; Begitu juga dengan sistem parlemen. Dari mulai
&#62; unicameral sampai bicameral system dibahas
&#62; habis-habisan, dan perdebatan terus berlangsung
&#62; untuk menentukan sistem mana yang lebih bisa
&#62; merepresentasikan suara rakyat dan lebih bisa
&#62; menjamin tegaknya mekanisme check and balance.

Tapi salah satu inti masalah di sistim demokrasi, yaitu partai, setahu saya justru tidak pernah disentuh .

Bahasan masalah seputar partai bisa dibaca misalnya di
&lt;a href="http://web.archive.org/web/20060207203914/http://www.harrysufehmi.com/phpwiki/index.php/DemokrasiSyuro" rel="nofollow"&gt;http://web.archive.org/web/20060207203914/http://www.harrysufehmi.com/phpwiki/index.php/DemokrasiSyuro&lt;/a&gt;

Masalah-masalah pada sistim demokrasi sangat fatal, dan diringkas
dengan sangat baik oleh Michael Rivero :

"We have a political system that awards office to the most ruthless, cunning, and selfish of mortals, then act surprised when those willing to do anything to win power are equally willing to do anything with it."


Namun, kampanye tentang khilafah sendiri (pada saat ini) juga
bermasalah. Saya sendiri tidak setuju dengan slogan "khilafah is the only solution". Ini adalah pembodohan umat, kalau saya boleh berkata apa adanya.

Yang namanya sistem selalu bisa diakali oleh manusia.

Silver bullet cuma ada satu, yaitu mendidik &#38; mencerahkan umat.

Namun, demokrasi sendiri masih jauh dari sempurna. Malah masih terlalu banyak loophole nya, yang pada gilirannya dieksploitasi dengan baik oleh segelintir kelompok elit untuk kepentingannya.
Sementara sistim tsb (demokrasi) terus di propaganda kan sebagai
sistim "kerakyatan". Padahal partisipasi mereka sangat terbatas, dan sebagian besar hanya pada waktu pemilu saja.

Saya kira ini malah lebih buruk - kita kira bagus, namun ternyata
sebenarnya tidak.



&#62; Kalau khilafah berdiri maka dunia ini tidak akan
&#62; damai. Perang terus menerus.

Saya kira ini sudah masuk kategori FUD.

Anyway, promosi pro Khilafah pada saat ini memang masih sangat  banyak kekurangannya. Inilah situasi umat kita pada saat ini.  Masih lebih sering emosional daripada rasional.

Khilafah memang penting, namun tetap yang paling penting adalah
pencerahan umat. Jika umat sudah tercerahkan, ketika khilafah tidak ada maka mereka jadi bisa mengadakannya. Sebaliknya, jika umat sedang terpuruk, maka ada khilafah pun justru akan mereka hancurkan; seperti yang sudah terjadi sebelumnya.

Topiknya  menarik sekali :-)  tapi saat ini saya baru bisa
mengomentari sedikit. Mudah-mudahan suatu hari saya bisa membahasnya secara lebih komprehensif lagi.


Salam, HS</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&gt; Contoh: dalam sistem khilafah pemimpin itu tidak<br />
&gt; dibatasi periode jabatannya (tenure). Asalkan dia<br />
&gt; tidak melanggar syariah, dia bisa berkuasa seumur<br />
&gt; hidup. Dalam sistem demokrasi, hal ini tidak bisa<br />
&gt; diterima. Meskipun seorang pemimpin tidak punya<br />
&gt; cacat moral, tapi kekuasaannya dibatasi sampai periode tertentu.</p>
<p>Ini (pembatasan waktu jabatan) juga ada kelemahannya, seperti :</p>
<p>1. Lenyapnya accountability : sudah banyak contoh bagaimana beberapa hari di akhir jabatan, para presiden Amerika buru-buru mengeluarkan berbagai kebijakan yang tidak pro-rakyat.</p>
<p>Setelah jabatan mereka usai, maka tidak ada dari mereka yang bisa<br />
dituntut atas berbagai kesalahan di masa jabatannya. Padahal beberapa dari mereka ada yang melakukan kejahatan perang, genocide, dst.</p>
<p>2. Pemimpin yang baik tidak sempat berbuat banyak : sudah terlanjur habis masa jabatannya, Juga jadi sangat sulit untuk membuat program jangka panjang.<br />
Akhirnya jadilah pembangunan tambal-sulam.</p>
<p>&gt; Contoh lainnya, sistem khilafah selalu<br />
&gt; mengulang-ulang mengenai konsep baiat (al-bay`ah)<br />
&gt; dan syura. Tapi sayang berhenti saja sampai di<br />
&gt; situ [soalnya sudah dianggap sempurna]. Dalam<br />
&gt; tradisi Barat, electoral systems itu<br />
&gt; diperdebatkan dan terus &#8220;disempurnakan&#8221; dalam<br />
&gt; berbagai bentuknya. Dari mulai sistem<br />
&gt; proporsional, distrik sampai gabungan keduanya.<br />
&gt; Begitu juga dengan sistem parlemen. Dari mulai<br />
&gt; unicameral sampai bicameral system dibahas<br />
&gt; habis-habisan, dan perdebatan terus berlangsung<br />
&gt; untuk menentukan sistem mana yang lebih bisa<br />
&gt; merepresentasikan suara rakyat dan lebih bisa<br />
&gt; menjamin tegaknya mekanisme check and balance.</p>
<p>Tapi salah satu inti masalah di sistim demokrasi, yaitu partai, setahu saya justru tidak pernah disentuh .</p>
<p>Bahasan masalah seputar partai bisa dibaca misalnya di<br />
<a href="http://web.archive.org/web/20060207203914/http://www.harrysufehmi.com/phpwiki/index.php/DemokrasiSyuro" rel="nofollow">http://web.archive.org/web/20060207203914/http://www.harrysufehmi.com/phpwiki/index.php/DemokrasiSyuro</a></p>
<p>Masalah-masalah pada sistim demokrasi sangat fatal, dan diringkas<br />
dengan sangat baik oleh Michael Rivero :</p>
<p>&#8220;We have a political system that awards office to the most ruthless, cunning, and selfish of mortals, then act surprised when those willing to do anything to win power are equally willing to do anything with it.&#8221;</p>
<p>Namun, kampanye tentang khilafah sendiri (pada saat ini) juga<br />
bermasalah. Saya sendiri tidak setuju dengan slogan &#8220;khilafah is the only solution&#8221;. Ini adalah pembodohan umat, kalau saya boleh berkata apa adanya.</p>
<p>Yang namanya sistem selalu bisa diakali oleh manusia.</p>
<p>Silver bullet cuma ada satu, yaitu mendidik &amp; mencerahkan umat.</p>
<p>Namun, demokrasi sendiri masih jauh dari sempurna. Malah masih terlalu banyak loophole nya, yang pada gilirannya dieksploitasi dengan baik oleh segelintir kelompok elit untuk kepentingannya.<br />
Sementara sistim tsb (demokrasi) terus di propaganda kan sebagai<br />
sistim &#8220;kerakyatan&#8221;. Padahal partisipasi mereka sangat terbatas, dan sebagian besar hanya pada waktu pemilu saja.</p>
<p>Saya kira ini malah lebih buruk - kita kira bagus, namun ternyata<br />
sebenarnya tidak.</p>
<p>&gt; Kalau khilafah berdiri maka dunia ini tidak akan<br />
&gt; damai. Perang terus menerus.</p>
<p>Saya kira ini sudah masuk kategori FUD.</p>
<p>Anyway, promosi pro Khilafah pada saat ini memang masih sangat  banyak kekurangannya. Inilah situasi umat kita pada saat ini.  Masih lebih sering emosional daripada rasional.</p>
<p>Khilafah memang penting, namun tetap yang paling penting adalah<br />
pencerahan umat. Jika umat sudah tercerahkan, ketika khilafah tidak ada maka mereka jadi bisa mengadakannya. Sebaliknya, jika umat sedang terpuruk, maka ada khilafah pun justru akan mereka hancurkan; seperti yang sudah terjadi sebelumnya.</p>
<p>Topiknya  menarik sekali <img src='http://indonesianmuslim.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  tapi saat ini saya baru bisa<br />
mengomentari sedikit. Mudah-mudahan suatu hari saya bisa membahasnya secara lebih komprehensif lagi.</p>
<p>Salam, HS</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lusi Lindri</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/mendirikan-khilafah-islam-tidak-wajib.html#comment-51</link>
		<dc:creator>Lusi Lindri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 14:54:34 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/mendirikan-khilafah-islam-tidak-wajib.html#comment-51</guid>
		<description>wir bedanken uns sehr Kak Nadir!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wir bedanken uns sehr Kak Nadir!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
