<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Evolusi masih sulit diabaikan!</title>
	<link>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html</link>
	<description>Thinking about Islam and Indonesia</description>
	<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 12:31:43 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: Effendi</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html#comment-192</link>
		<dc:creator>Effendi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 03:21:23 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html#comment-192</guid>
		<description>Assallammualaikum,salam kenal.
Nice blog.
Jazaakallah khairan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assallammualaikum,salam kenal.<br />
Nice blog.<br />
Jazaakallah khairan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Siraj al-Soloni</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html#comment-167</link>
		<dc:creator>Siraj al-Soloni</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 07:53:32 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html#comment-167</guid>
		<description>Assalammu'alaikum wr wb,

Wawancara moderator AM dengan dosen biologi UNBRA, TP, menimbulkan interes untuk menambahkan sedikit pendapat seorang awam macam saya ini tentang "teori evolusi Darwinian" dengan dasar pemikiran Islami yang dikemas dalam firman-firman Qurani sbb: "Innamaa qoulunaa lisyaiin idzaaaa arodnaahu annnaquula lahu 'Kun! fayakuun'" (QS.16, ayat 40) yang terjemahnya dapat dibaca: "Sesungguhnya apabila Kami menghendaki apa saja, Kami hanya menyebutkan kehendak kami itu "Kun! fayakuun".

Di sini saya tidak menterjemahkan kalimatullah "Kun! fayakuun" agar kita dapat mengerti bobot dan konteks dari suatu model PENCIPTAAN (design). Mereka yang mengaku atheis menolak adanya design dalam space-time continum, menurut mereka segalanya adalah spontan dan serba kebetulan, nature is nature. Hanya saja mereka umumnya tidak bisa mengakui ABSENT-nya loves and cares dari seorang ibu yang mengandungnya selama 8 a 10 bulan dengan sangat berhati-hati penuh kasih sayang dan kemudian bila tiba waktunya, melahirkannya. Dalam hal loves and cares seorang ibu yang mengandung janin bayi terdapat blue-print, design, si ibu bagi calon manusia yang akan dilahirkannya (ingat DNA) dalam bentuk model WHISFULLNESS.

Cobalah ditelaah sorof dan nahwunya "Kun! fayakuun" nanti akan kita temukan suatu konteks event dalam kemasan space-time continum yang oleh fisikawan dan mathematicus Inggris yang menderita ASL diexpresikan dalam model mathematics integral setapak (path-integral) yang mengandung "no boundary proposals"-nya Hawking-Hartle, di mana muncul suatu pandangan geometri baru yang dinamakan Eucledian-Einstein geometry. Secara awam dapat kita fahami sebagai geometri alam semesta dalam kesinambungan waktu negatif (tentu kita akan kaget adanya waktu negatif, bukan?). Supaya tidak bingung memikirkan, waktu negatif ini hanya merupakan suatu conversi simbol matematik yang diperlukan dalam sistim geometri Eucleudian untuk dapat diterima oleh sistim geometri Einstein. Dalam model ini SW. Hawking memperlihatkan alam semesta sebagaimana dijelaskan oleh firman Qurani: "Kun! fayakuun" (ini menurut hemat saya pribadi). 

Yang ingin saya tambahkan dalam wawancara tersebut di atas adalah terjemahan "Fayakuun" yang dalam mathematics ditulis dengan simbol path-integral (menurut hemat saya) sebagai "proces event" atau "evolusi" yang dalam pengertian awam adalah "sejarah, riwayat kejadian". 

"Teori evolusi Darwinian" disebabkan oleh sitkon akumulasi ilmu pengetahuan dan data lapangan yang tersedia pada waktu itu serta keterburuan untuk menyimpulkan hasil observasi lapangan yang diperoleh guna menghadapi tekanan POLITIK penguasa gereja-gereja dan kerajaan Inggris terhadap pemikiran bebas para saintis pada zaman Darwin, mengakibatkan KEBERATSEBELAHAN dalam membuat penyimpulan ilmiah yang tidak lengkap. Yang berakibat terus menerus terjadinya "kesalahfahaman" dan mudahnya "disalahfahamkan" pandangan evolusi biologi yang telah dirintis Darwin. 

Dalam firman-firman Qurani yang menjelaskan penciptaan atas kehidupan di Bumi dan penciptaan manusia di Bumi selalu ditegaskan perlunya memahami hal tersebut secara LENGKAP dan SEMPURNA dengan secara baik-baik, ulet, sabar dan kritis melakukan studi terhadap alam semesta seisinya. Melalui methodologi Qurani ini kita akan dapat meningkatkan status diri pribadi sebagai manusia biologis ke status manusia sebagai wakil Allah swt di Bumi - kholifatan fii al-ardzh. Inilah esensi petunjuk ayat 1-5 Surah Al-'Alaq (96), sebab tujuan Allah swt menciptakan mahluk seperti kita ini di Bumi adalah untuk dijadikan wakil-NYA di Bumi yang dengan kemampuan berfikir logis, rasional dan dialektis dapat memahami alam semesta seisinya dan dengan ilmu pengetahuan inilah dapat mengenal siapa atau apa Tuhan yang sejati yang pantas diabdi oleh manusia dan sekaligus dapat mengenal diri manusia sendiri, jika mau mengabdi tentunya. Dan wakil Allah swt di Bumi berperan sebagai PEMELIHARA, PENGEMBANG dan PENJAGA alam lingkungan Bumi dan seluruh penghuninya tanpa membedakan-bedakan antara yang intelligence atau tidak (tidak diperkenankan Allah swt merusak alam lingkungan).

Semoga dapat bermanfaat bagi diri saya dan yang bersedia mengerti.

Wassalam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalammu&#8217;alaikum wr wb,</p>
<p>Wawancara moderator AM dengan dosen biologi UNBRA, TP, menimbulkan interes untuk menambahkan sedikit pendapat seorang awam macam saya ini tentang &#8220;teori evolusi Darwinian&#8221; dengan dasar pemikiran Islami yang dikemas dalam firman-firman Qurani sbb: &#8220;Innamaa qoulunaa lisyaiin idzaaaa arodnaahu annnaquula lahu &#8216;Kun! fayakuun&#8217;&#8221; (QS.16, ayat 40) yang terjemahnya dapat dibaca: &#8220;Sesungguhnya apabila Kami menghendaki apa saja, Kami hanya menyebutkan kehendak kami itu &#8220;Kun! fayakuun&#8221;.</p>
<p>Di sini saya tidak menterjemahkan kalimatullah &#8220;Kun! fayakuun&#8221; agar kita dapat mengerti bobot dan konteks dari suatu model PENCIPTAAN (design). Mereka yang mengaku atheis menolak adanya design dalam space-time continum, menurut mereka segalanya adalah spontan dan serba kebetulan, nature is nature. Hanya saja mereka umumnya tidak bisa mengakui ABSENT-nya loves and cares dari seorang ibu yang mengandungnya selama 8 a 10 bulan dengan sangat berhati-hati penuh kasih sayang dan kemudian bila tiba waktunya, melahirkannya. Dalam hal loves and cares seorang ibu yang mengandung janin bayi terdapat blue-print, design, si ibu bagi calon manusia yang akan dilahirkannya (ingat DNA) dalam bentuk model WHISFULLNESS.</p>
<p>Cobalah ditelaah sorof dan nahwunya &#8220;Kun! fayakuun&#8221; nanti akan kita temukan suatu konteks event dalam kemasan space-time continum yang oleh fisikawan dan mathematicus Inggris yang menderita ASL diexpresikan dalam model mathematics integral setapak (path-integral) yang mengandung &#8220;no boundary proposals&#8221;-nya Hawking-Hartle, di mana muncul suatu pandangan geometri baru yang dinamakan Eucledian-Einstein geometry. Secara awam dapat kita fahami sebagai geometri alam semesta dalam kesinambungan waktu negatif (tentu kita akan kaget adanya waktu negatif, bukan?). Supaya tidak bingung memikirkan, waktu negatif ini hanya merupakan suatu conversi simbol matematik yang diperlukan dalam sistim geometri Eucleudian untuk dapat diterima oleh sistim geometri Einstein. Dalam model ini SW. Hawking memperlihatkan alam semesta sebagaimana dijelaskan oleh firman Qurani: &#8220;Kun! fayakuun&#8221; (ini menurut hemat saya pribadi). </p>
<p>Yang ingin saya tambahkan dalam wawancara tersebut di atas adalah terjemahan &#8220;Fayakuun&#8221; yang dalam mathematics ditulis dengan simbol path-integral (menurut hemat saya) sebagai &#8220;proces event&#8221; atau &#8220;evolusi&#8221; yang dalam pengertian awam adalah &#8220;sejarah, riwayat kejadian&#8221;. </p>
<p>&#8220;Teori evolusi Darwinian&#8221; disebabkan oleh sitkon akumulasi ilmu pengetahuan dan data lapangan yang tersedia pada waktu itu serta keterburuan untuk menyimpulkan hasil observasi lapangan yang diperoleh guna menghadapi tekanan POLITIK penguasa gereja-gereja dan kerajaan Inggris terhadap pemikiran bebas para saintis pada zaman Darwin, mengakibatkan KEBERATSEBELAHAN dalam membuat penyimpulan ilmiah yang tidak lengkap. Yang berakibat terus menerus terjadinya &#8220;kesalahfahaman&#8221; dan mudahnya &#8220;disalahfahamkan&#8221; pandangan evolusi biologi yang telah dirintis Darwin. </p>
<p>Dalam firman-firman Qurani yang menjelaskan penciptaan atas kehidupan di Bumi dan penciptaan manusia di Bumi selalu ditegaskan perlunya memahami hal tersebut secara LENGKAP dan SEMPURNA dengan secara baik-baik, ulet, sabar dan kritis melakukan studi terhadap alam semesta seisinya. Melalui methodologi Qurani ini kita akan dapat meningkatkan status diri pribadi sebagai manusia biologis ke status manusia sebagai wakil Allah swt di Bumi - kholifatan fii al-ardzh. Inilah esensi petunjuk ayat 1-5 Surah Al-&#8217;Alaq (96), sebab tujuan Allah swt menciptakan mahluk seperti kita ini di Bumi adalah untuk dijadikan wakil-NYA di Bumi yang dengan kemampuan berfikir logis, rasional dan dialektis dapat memahami alam semesta seisinya dan dengan ilmu pengetahuan inilah dapat mengenal siapa atau apa Tuhan yang sejati yang pantas diabdi oleh manusia dan sekaligus dapat mengenal diri manusia sendiri, jika mau mengabdi tentunya. Dan wakil Allah swt di Bumi berperan sebagai PEMELIHARA, PENGEMBANG dan PENJAGA alam lingkungan Bumi dan seluruh penghuninya tanpa membedakan-bedakan antara yang intelligence atau tidak (tidak diperkenankan Allah swt merusak alam lingkungan).</p>
<p>Semoga dapat bermanfaat bagi diri saya dan yang bersedia mengerti.</p>
<p>Wassalam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: neil</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html#comment-115</link>
		<dc:creator>neil</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 00:18:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html#comment-115</guid>
		<description>itulah bedanya ilmu pengetahuan dengan akidah.

ilmu pengetahuan bersifat dzanni (spekulasi dan perkiraan), sementara akidah bersifat qat'iy (pasti).

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>itulah bedanya ilmu pengetahuan dengan akidah.</p>
<p>ilmu pengetahuan bersifat dzanni (spekulasi dan perkiraan), sementara akidah bersifat qat&#8217;iy (pasti).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: admin</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html#comment-27</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 20:36:44 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html#comment-27</guid>
		<description>Jawaban saya secara umum saja, semoga, bermanfaat:

-Begitulah pentingnya kita penelitian dalam lab. Sehingga kita tahu apa yg belum kita ketahui. Bisa jadi banyak hal yg sama sekali belum kita bayangkan akan mengejutkan kita. Sebagai Muslim yg baik, sebagaimana para ilmuwan Muslim masa pencerahan Bagdad, kita harus mendorong seluruh upaya penelitian. Bentuknya apapun. Silahkan dikembangkan. Sesuai dengan bidang masing-masing: biologi, misalnya. Silahkan orang2 yg berkompeten dlm bidangnya spt TP ini, terus kita dukung. Kalau perlu kita biayai. Kita sokong. Biar menelurkan ilmuwan Muslim brilian.

-Ilmu pengetahuan itu sifatnya sementara. Biarlah itu berkembang. Jangan kita intervensi. Toh penelitian akan terus berubah. Gak perlu kita memaksakan sebuah "model" atau "kerangka" tertentu yang mengharuskan ilmuwan mengikutinya. Biarkanlah, tentu kerangka atau model itu tidak akan berlaku. Krn penelitian berjalan terus.

-Sbg orang Muslim, tentu harus mengambil pelajaran dari Kitab Suci. Sejarah. Ilmu. Pengetahuan. Dan segala macam. Tapi, bagaimana kita memahaminya, itu juga perkara dinamis. Krn kita manusia. Manusia terus berkembang....

-Terbukti cerita Adam juga tidak melulu statis. Tapi dinamis. Cerita Adam menurut Tha'labi dan Kisa'i tentu beda dg cerita menurut Maraghi, walaupun mereka semua berdasar Kitab Suci yg sama. Biarlah kita semua kreatif. Bertambah kaya pemikiran, bertambah kita berkembang, bertambah pula kita belajar.

Editor Indonesianmuslim.com(AM)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jawaban saya secara umum saja, semoga, bermanfaat:</p>
<p>-Begitulah pentingnya kita penelitian dalam lab. Sehingga kita tahu apa yg belum kita ketahui. Bisa jadi banyak hal yg sama sekali belum kita bayangkan akan mengejutkan kita. Sebagai Muslim yg baik, sebagaimana para ilmuwan Muslim masa pencerahan Bagdad, kita harus mendorong seluruh upaya penelitian. Bentuknya apapun. Silahkan dikembangkan. Sesuai dengan bidang masing-masing: biologi, misalnya. Silahkan orang2 yg berkompeten dlm bidangnya spt TP ini, terus kita dukung. Kalau perlu kita biayai. Kita sokong. Biar menelurkan ilmuwan Muslim brilian.</p>
<p>-Ilmu pengetahuan itu sifatnya sementara. Biarlah itu berkembang. Jangan kita intervensi. Toh penelitian akan terus berubah. Gak perlu kita memaksakan sebuah &#8220;model&#8221; atau &#8220;kerangka&#8221; tertentu yang mengharuskan ilmuwan mengikutinya. Biarkanlah, tentu kerangka atau model itu tidak akan berlaku. Krn penelitian berjalan terus.</p>
<p>-Sbg orang Muslim, tentu harus mengambil pelajaran dari Kitab Suci. Sejarah. Ilmu. Pengetahuan. Dan segala macam. Tapi, bagaimana kita memahaminya, itu juga perkara dinamis. Krn kita manusia. Manusia terus berkembang&#8230;.</p>
<p>-Terbukti cerita Adam juga tidak melulu statis. Tapi dinamis. Cerita Adam menurut Tha&#8217;labi dan Kisa&#8217;i tentu beda dg cerita menurut Maraghi, walaupun mereka semua berdasar Kitab Suci yg sama. Biarlah kita semua kreatif. Bertambah kaya pemikiran, bertambah kita berkembang, bertambah pula kita belajar.</p>
<p>Editor Indonesianmuslim.com(AM)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: auliaabu</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html#comment-26</link>
		<dc:creator>auliaabu</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 17:21:46 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html#comment-26</guid>
		<description>1. evolusi struktur DNA ini secara ilmu biologi pigimana mekanismenya?

&#62;nggak tau

&#62;&#62; evolusi struktur DNA belum layak diterima sebagai sebuah hipotesa, apalagi teori. saya harap TP menjawabnya!

2. pigimana makhluk hidup yang pertama dalam evolusi itu muncul?

&#62;primordial soup?

&#62;&#62; itu belum juga dianggap hipotesa. seperti apa simulasinya? tolong beri saya dimana reference ilmiahnya.

3. pigimana dengan pohon dalam urutan evolusi itu?

&#62;sebagian spekulasi?

&#62;&#62; absolutely spekulasi

4. kalo Adam adalah batas awal yang bisa dikategorikan sebagai manusia dalam rangkaian evolusi, lantas bagaimana dengan kisah diturunkannya Adam dari surga karena makan buah Khuldi?

&#62;mitos?

&#62;&#62; itu kisah di Quran, dan pengelola website ini seorang muslim sejati bukan? kita tunggu jawaban dari dia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1. evolusi struktur DNA ini secara ilmu biologi pigimana mekanismenya?</p>
<p>&gt;nggak tau</p>
<p>&gt;&gt; evolusi struktur DNA belum layak diterima sebagai sebuah hipotesa, apalagi teori. saya harap TP menjawabnya!</p>
<p>2. pigimana makhluk hidup yang pertama dalam evolusi itu muncul?</p>
<p>&gt;primordial soup?</p>
<p>&gt;&gt; itu belum juga dianggap hipotesa. seperti apa simulasinya? tolong beri saya dimana reference ilmiahnya.</p>
<p>3. pigimana dengan pohon dalam urutan evolusi itu?</p>
<p>&gt;sebagian spekulasi?</p>
<p>&gt;&gt; absolutely spekulasi</p>
<p>4. kalo Adam adalah batas awal yang bisa dikategorikan sebagai manusia dalam rangkaian evolusi, lantas bagaimana dengan kisah diturunkannya Adam dari surga karena makan buah Khuldi?</p>
<p>&gt;mitos?</p>
<p>&gt;&gt; itu kisah di Quran, dan pengelola website ini seorang muslim sejati bukan? kita tunggu jawaban dari dia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: belgedes</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html#comment-25</link>
		<dc:creator>belgedes</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 16:10:55 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html#comment-25</guid>
		<description>Saya ada beberapa pertanyaan:
1. evolusi struktur DNA ini secara ilmu biologi pigimana mekanismenya?

&#62;nggak tau

2. pigimana makhluk hidup yang pertama dalam evolusi itu muncul?

&gt;primordial soup?

3. pigimana dengan pohon dalam urutan evolusi itu?

&gt;sebagian spekulasi?

4. kalo Adam adalah batas awal yang bisa dikategorikan sebagai manusia dalam rangkaian evolusi, lantas bagaimana dengan kisah diturunkannya Adam dari surga karena makan buah Khuldi? 

&gt;mitos?

rangkaian evolusi ini berlangsung sebagian di surga dan sebagian di bumi atau seluruhnya di bumi? 

&gt;ya di bumi lah, mana ada evolusi di surga

kalau seluruhnya di bumi berarti cerita diturunkannya Adam cuma banyolan aja. 

&gt;bukan banyolan, "metafor"

kalo sebagian di surga berarti kita bisa dong mengeksplor fosil2 monyet di surga untuk diteliti.

&gt;aneh. gimana caranya mengeksplor fosil2 monyet, di surga pula :D

Kenapa susah amat sih mengakui Adam itu diciptakan Allah secara spontan????

&gt; ye belum ade buktinye</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ada beberapa pertanyaan:<br />
1. evolusi struktur DNA ini secara ilmu biologi pigimana mekanismenya?</p>
<p>&gt;nggak tau</p>
<p>2. pigimana makhluk hidup yang pertama dalam evolusi itu muncul?</p>
<p>>primordial soup?</p>
<p>3. pigimana dengan pohon dalam urutan evolusi itu?</p>
<p>>sebagian spekulasi?</p>
<p>4. kalo Adam adalah batas awal yang bisa dikategorikan sebagai manusia dalam rangkaian evolusi, lantas bagaimana dengan kisah diturunkannya Adam dari surga karena makan buah Khuldi? </p>
<p>>mitos?</p>
<p>rangkaian evolusi ini berlangsung sebagian di surga dan sebagian di bumi atau seluruhnya di bumi? </p>
<p>>ya di bumi lah, mana ada evolusi di surga</p>
<p>kalau seluruhnya di bumi berarti cerita diturunkannya Adam cuma banyolan aja. </p>
<p>>bukan banyolan, &#8220;metafor&#8221;</p>
<p>kalo sebagian di surga berarti kita bisa dong mengeksplor fosil2 monyet di surga untuk diteliti.</p>
<p>>aneh. gimana caranya mengeksplor fosil2 monyet, di surga pula <img src='http://indonesianmuslim.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kenapa susah amat sih mengakui Adam itu diciptakan Allah secara spontan????</p>
<p>> ye belum ade buktinye</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: auliaabu</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html#comment-23</link>
		<dc:creator>auliaabu</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 00:44:39 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html#comment-23</guid>
		<description>Saya ada beberapa pertanyaan:
1. evolusi struktur DNA ini secara ilmu biologi pigimana mekanismenya?
2. pigimana makhluk hidup yang pertama dalam evolusi itu muncul?
3. pigimana dengan pohon dalam urutan evolusi itu?
4. kalo Adam adalah batas awal yang bisa dikategorikan sebagai manusia dalam rangkaian evolusi, lantas bagaimana dengan kisah diturunkannya Adam dari surga karena makan buah Khuldi? rangkaian evolusi ini berlangsung sebagian di surga dan sebagian di bumi atau seluruhnya di bumi? kalau seluruhnya di bumi berarti cerita diturunkannya Adam cuma banyolan aja. kalo sebagian di surga berarti kita bisa dong mengeksplor fosil2 monyet di surga untuk diteliti.

Kenapa susah amat sih mengakui Adam itu diciptakan Allah secara spontan????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ada beberapa pertanyaan:<br />
1. evolusi struktur DNA ini secara ilmu biologi pigimana mekanismenya?<br />
2. pigimana makhluk hidup yang pertama dalam evolusi itu muncul?<br />
3. pigimana dengan pohon dalam urutan evolusi itu?<br />
4. kalo Adam adalah batas awal yang bisa dikategorikan sebagai manusia dalam rangkaian evolusi, lantas bagaimana dengan kisah diturunkannya Adam dari surga karena makan buah Khuldi? rangkaian evolusi ini berlangsung sebagian di surga dan sebagian di bumi atau seluruhnya di bumi? kalau seluruhnya di bumi berarti cerita diturunkannya Adam cuma banyolan aja. kalo sebagian di surga berarti kita bisa dong mengeksplor fosil2 monyet di surga untuk diteliti.</p>
<p>Kenapa susah amat sih mengakui Adam itu diciptakan Allah secara spontan????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abuaulia</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html#comment-20</link>
		<dc:creator>abuaulia</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 22:45:18 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html#comment-20</guid>
		<description>Cukup menarik obrolan dari AM dan TP ini, teori evolusi setahu saya yang awam ini memang terus berkembang dari dekade ke dekade. Dan tentunya didukung oleh penelitian para pakar yang tentunya mengambil kesimpulan dari fakta2 ilmiah. Tapi terus terang tetep aja ada beberapa pertanyaan yang mengganjal di benak. Kalau dari ilmu biologi, bagaimana mekanisme berubahnya struktur DNA ini? Dan bagaimana asal mula kehidupan ini? Mohon dijelaskan supaya ganjalan2 ini bisa berubah menjadi sesuatu yang mencerahkan saya. Terus ada lagi, menyimak penjelasan di atas bahwa Adam adalah batas awal manusia setelah menjalani proses evolusi dari kera, lalu bagaimana tentang kisah Adam yang pernah tinggal di surga itu? yang konon kemudian dibuang ke dunia, artinya kera2 yang berevolusi itu dulunya tinggal di surga sebelum dibuang ke bumi? mbulet ya....bikin pusing kalo mikirin masalah satu ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cukup menarik obrolan dari AM dan TP ini, teori evolusi setahu saya yang awam ini memang terus berkembang dari dekade ke dekade. Dan tentunya didukung oleh penelitian para pakar yang tentunya mengambil kesimpulan dari fakta2 ilmiah. Tapi terus terang tetep aja ada beberapa pertanyaan yang mengganjal di benak. Kalau dari ilmu biologi, bagaimana mekanisme berubahnya struktur DNA ini? Dan bagaimana asal mula kehidupan ini? Mohon dijelaskan supaya ganjalan2 ini bisa berubah menjadi sesuatu yang mencerahkan saya. Terus ada lagi, menyimak penjelasan di atas bahwa Adam adalah batas awal manusia setelah menjalani proses evolusi dari kera, lalu bagaimana tentang kisah Adam yang pernah tinggal di surga itu? yang konon kemudian dibuang ke dunia, artinya kera2 yang berevolusi itu dulunya tinggal di surga sebelum dibuang ke bumi? mbulet ya&#8230;.bikin pusing kalo mikirin masalah satu ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agorsiloku</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html#comment-12</link>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 14:03:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/evolusi-masih-sulit-diabaikan.html#comment-12</guid>
		<description>Trims Mas sudah dirujuk untuk berkunjung ke sini.  Saya merasa asyik juga membaca berbagai-bagai tentang evolusi.  Di blog agor ada 17 tulisan yang tidak bermutu berkenaan dengan ini (tag evolusi).  Termasuk juga "guyonan" kecil-kecilan yang membahas point-point yang disampaikan oleh TP,
Jelas pula dalam wawancara ini TP sendiri hanyalah mengasumsikan.  Saya sendiri setuju :"kasihan" guru biologi Indonesia atau lebih tepatnya kurikulum Indonesia yang mengharuskan kita menerima teori yang masih hipotesis terhadap evolusi.  Sedari awal murid sekolah diajarkan untuk meyakini teori ini sebagai kebenaran.  Seharusnya dan sewajarnya dibuat perbandingan termasuk sisi penciptaan (keberagamaan) adanya titik nilai yang berbeda.  Keberagamaan melalui al Qur'an memberikan informasi kajian yang bisa diuji kualitas kebenarannya.  Jika ini disingkirkan dalam proses berpikir, jelas sikap ini juga mengabaikan potensi ilmiah.  Fakta-fakta penipuan masa lalu terhadap usaha membenarkan teori evolusi juga tidak pernah dimasukkan sebagai bagian dari proses pendidikan.

Di sisi lain, taksonomi ilmiah klasifikasi dan kesamaan juga adalah satu metode pengambilan kesimpulan yang tentu saja tidak bisa diabaikan.  Kalau kesamaan genetik dijadikan alat ukur... bahkan kita juga bisa merujuk kesamaan yang betul-betul sama : potlot dan intan, atau hidrogen dan helium.... atau atom besi dengan sebelahnya dalam susunan berkala unsur-unsur.  Atau isotopnya.  Perbedaan dalam prosentase sangat kecil, tapi sebagai pembentuk watak kehidupan jelas memberikan makna yang sangat teramat jauh berbeda.
Atau bahkan air temperatur nol - 4 derajat saja sangat berbeda kelakuannya dengan yang 5 derajat.....

Namun, selalu ada alasan untuk mempertahankan termasuk dengan genetika modern.
Saya lebih percaya pandangan filosofis yang melatarbelakanginya....
Toh...he..he...he... dengan urusan dna dan kesamaan itu, jelas tidak mewakili apa yang sesungguhnya tidak kita ketahui.  .... (contoh ekstrim isotop atom...).

Maaf ini hanya sekedar komen saja.  Bukan memperdebatkan dan terimakasih atas kesediaan berkunjung.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Trims Mas sudah dirujuk untuk berkunjung ke sini.  Saya merasa asyik juga membaca berbagai-bagai tentang evolusi.  Di blog agor ada 17 tulisan yang tidak bermutu berkenaan dengan ini (tag evolusi).  Termasuk juga &#8220;guyonan&#8221; kecil-kecilan yang membahas point-point yang disampaikan oleh TP,<br />
Jelas pula dalam wawancara ini TP sendiri hanyalah mengasumsikan.  Saya sendiri setuju :&#8221;kasihan&#8221; guru biologi Indonesia atau lebih tepatnya kurikulum Indonesia yang mengharuskan kita menerima teori yang masih hipotesis terhadap evolusi.  Sedari awal murid sekolah diajarkan untuk meyakini teori ini sebagai kebenaran.  Seharusnya dan sewajarnya dibuat perbandingan termasuk sisi penciptaan (keberagamaan) adanya titik nilai yang berbeda.  Keberagamaan melalui al Qur&#8217;an memberikan informasi kajian yang bisa diuji kualitas kebenarannya.  Jika ini disingkirkan dalam proses berpikir, jelas sikap ini juga mengabaikan potensi ilmiah.  Fakta-fakta penipuan masa lalu terhadap usaha membenarkan teori evolusi juga tidak pernah dimasukkan sebagai bagian dari proses pendidikan.</p>
<p>Di sisi lain, taksonomi ilmiah klasifikasi dan kesamaan juga adalah satu metode pengambilan kesimpulan yang tentu saja tidak bisa diabaikan.  Kalau kesamaan genetik dijadikan alat ukur&#8230; bahkan kita juga bisa merujuk kesamaan yang betul-betul sama : potlot dan intan, atau hidrogen dan helium&#8230;. atau atom besi dengan sebelahnya dalam susunan berkala unsur-unsur.  Atau isotopnya.  Perbedaan dalam prosentase sangat kecil, tapi sebagai pembentuk watak kehidupan jelas memberikan makna yang sangat teramat jauh berbeda.<br />
Atau bahkan air temperatur nol - 4 derajat saja sangat berbeda kelakuannya dengan yang 5 derajat&#8230;..</p>
<p>Namun, selalu ada alasan untuk mempertahankan termasuk dengan genetika modern.<br />
Saya lebih percaya pandangan filosofis yang melatarbelakanginya&#8230;.<br />
Toh&#8230;he..he&#8230;he&#8230; dengan urusan dna dan kesamaan itu, jelas tidak mewakili apa yang sesungguhnya tidak kita ketahui.  &#8230;. (contoh ekstrim isotop atom&#8230;).</p>
<p>Maaf ini hanya sekedar komen saja.  Bukan memperdebatkan dan terimakasih atas kesediaan berkunjung.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
