<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Apakah Masalahnya Akan Selesai Jika Ahmadiyah Menjadi Agama Baru?</title>
	<link>http://indonesianmuslim.com/apakah-masalahnya-akan-selesai-jika-ahmadiyah-menjadi-agama-baru.html</link>
	<description>Thinking about Islam and Indonesia</description>
	<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 00:13:53 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: Wawan</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/apakah-masalahnya-akan-selesai-jika-ahmadiyah-menjadi-agama-baru.html#comment-185</link>
		<dc:creator>Wawan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 05:34:53 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/apakah-masalahnya-akan-selesai-jika-ahmadiyah-menjadi-agama-baru.html#comment-185</guid>
		<description>Assalamau'alaikum Saudara2ku seiman.

Sepertinya pembahasan tulisan Mas Ruzbihan Hamazani ini jadi seru saja. Sampe ngomongin Amerika yg jadi mbahnya SEPILIS-lah, bacaan yg cuma Sabili-lah. Hahahaha! Lucu banget. Sampeyan-sampeyan ini jadi kayak anak kecil saja. 

Menurut saya, yang sangat awam ini, iman adalah soal pilihan setelah kita tau apa saja isi yang ditawarkan macam2 hal. Mau itu agama, isme-isme yang ada dari jaman Yunani kuno, atau bahkan kekuatan yg ditawarkan uang, semua tentang gimana kita melihat opsi2 itu. 
Saya sendiri, telah memilih untuk menjadi seorang muslim yg mungkin untuk sebagian Saudara2 muslim sebagai neo-fundamentalis atau yg disebut Sayed Mahdi Al-Jamalullail di http://idhamdeyas.blogspot.com/ sebagai sisi kanan salafiyah. Pun begitu, ketika ada Saudara muslim yang memilih "jalur" lain dalam tauhid ini, bagi saya penghargaan harus tetap diberikan. 
Mmm, terus soal Ahmadiyah, saya sendiri ga setuju dg apa yg mereka yakini. Buat saya, Ahamadiyah sudah bukan Islam lagi terlepas dari penggunaan Al Qur'an dan Hadits dalam aktivitas keagamaan mereka. Bagi Saudara2 yg terkesan membela Ahmadiyah, saya bisa mengerti cara pandang mereka terhadap pluralitas masyarakat kita. Latar belakang akademis, lingkungan, dan pilihan telah membentuk cara pandang Saudara2 itu kepada fenomena yang ada secara umum. Saya menghargai pendapat itu meskipun saya 100% tidak setuju. Soal kekerasan ke Ahmadiyah, saya juga 100% ga setuju. Itu sama sekali ga nyelesein masalah.

Salut untuk teman2 yg mau open minded.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamau&#8217;alaikum Saudara2ku seiman.</p>
<p>Sepertinya pembahasan tulisan Mas Ruzbihan Hamazani ini jadi seru saja. Sampe ngomongin Amerika yg jadi mbahnya SEPILIS-lah, bacaan yg cuma Sabili-lah. Hahahaha! Lucu banget. Sampeyan-sampeyan ini jadi kayak anak kecil saja. </p>
<p>Menurut saya, yang sangat awam ini, iman adalah soal pilihan setelah kita tau apa saja isi yang ditawarkan macam2 hal. Mau itu agama, isme-isme yang ada dari jaman Yunani kuno, atau bahkan kekuatan yg ditawarkan uang, semua tentang gimana kita melihat opsi2 itu.<br />
Saya sendiri, telah memilih untuk menjadi seorang muslim yg mungkin untuk sebagian Saudara2 muslim sebagai neo-fundamentalis atau yg disebut Sayed Mahdi Al-Jamalullail di <a href="http://idhamdeyas.blogspot.com/" rel="nofollow">http://idhamdeyas.blogspot.com/</a> sebagai sisi kanan salafiyah. Pun begitu, ketika ada Saudara muslim yang memilih &#8220;jalur&#8221; lain dalam tauhid ini, bagi saya penghargaan harus tetap diberikan.<br />
Mmm, terus soal Ahmadiyah, saya sendiri ga setuju dg apa yg mereka yakini. Buat saya, Ahamadiyah sudah bukan Islam lagi terlepas dari penggunaan Al Qur&#8217;an dan Hadits dalam aktivitas keagamaan mereka. Bagi Saudara2 yg terkesan membela Ahmadiyah, saya bisa mengerti cara pandang mereka terhadap pluralitas masyarakat kita. Latar belakang akademis, lingkungan, dan pilihan telah membentuk cara pandang Saudara2 itu kepada fenomena yang ada secara umum. Saya menghargai pendapat itu meskipun saya 100% tidak setuju. Soal kekerasan ke Ahmadiyah, saya juga 100% ga setuju. Itu sama sekali ga nyelesein masalah.</p>
<p>Salut untuk teman2 yg mau open minded.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anwar Hakim</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/apakah-masalahnya-akan-selesai-jika-ahmadiyah-menjadi-agama-baru.html#comment-177</link>
		<dc:creator>Anwar Hakim</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 22:34:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/apakah-masalahnya-akan-selesai-jika-ahmadiyah-menjadi-agama-baru.html#comment-177</guid>
		<description>Wah, ini website bagus, dan temanya menarik sangat neeh... Tapi Pak Abu Jihad koq sewwoott yaaa komentarnya.. hahaha... yang sabar napa dikit Om... Tapi emang sih, aku juga kasihan sama orang Ahmadiyah ini. Pihak2 lain apa ngak mikirkan kalao2 suatu mereka dibegitukan sama kelompokm lain? Yang perlu sekatrang itu adalah rule of the game yang jelas.. kayak tinju.. mau berdarah2 juga silahkan.. tapi ada peraturan yang jelas.. tapi jangna sampai petinju yang sudah babak belur dibiarkan dihajar.. ente kena diskualifikasi kayak si roy jones junior dulu.. 
OK deh pisss 2 u all..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, ini website bagus, dan temanya menarik sangat neeh&#8230; Tapi Pak Abu Jihad koq sewwoott yaaa komentarnya.. hahaha&#8230; yang sabar napa dikit Om&#8230; Tapi emang sih, aku juga kasihan sama orang Ahmadiyah ini. Pihak2 lain apa ngak mikirkan kalao2 suatu mereka dibegitukan sama kelompokm lain? Yang perlu sekatrang itu adalah rule of the game yang jelas.. kayak tinju.. mau berdarah2 juga silahkan.. tapi ada peraturan yang jelas.. tapi jangna sampai petinju yang sudah babak belur dibiarkan dihajar.. ente kena diskualifikasi kayak si roy jones junior dulu..<br />
OK deh pisss 2 u all..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abu Jihad</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/apakah-masalahnya-akan-selesai-jika-ahmadiyah-menjadi-agama-baru.html#comment-176</link>
		<dc:creator>Abu Jihad</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 22:26:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/apakah-masalahnya-akan-selesai-jika-ahmadiyah-menjadi-agama-baru.html#comment-176</guid>
		<description>Trims, artikel Ruzbihan ini menarik. Berpikir ke depan. Cuman, sayangnya, dan lucunya, dikomentarin secara sempit, sopan-tapi-pongah dan, terus terang, memuakkan. 

Contohnya komentar Bung Andreas di atas. Buat Andreas [dan kalian semua yang pikirannya sama ama dia]: lo kalo baca buku jangan cuman baca Sabili doang dong. Lo tuh orang berpendidikan kan? Baca buku lain dong. Apa cuma mampu baca majalah Sabili dkk yang konon murah, gampang dikunyah, dan dijual di emperan masjid? Nah di sekolahan/ kuliahan lo juga baca buku macem2 kan. Teori ini teori itu. Gue pikir soal agama juga sama. Coba lo ganti Ustadz deh sekali-kali. Lo jangan musyrikkin tuh akidah lo dengan cuma percaya sama satu pendapat kelompok lo sendiri. Sorry kalo gw rada sewot, tapi gue serius nih ngomong. 

Trus, lo enak aja ngomong SEPILIS-SEPILIS... sambil menuduh gak karuan, dan penuh semangat penghinaan dengan kelompok yang berbeda sama lo! [singkatan itu cuman dipas-pasin, buat nyakitin kelompok lain, gue juga tahu!]. Gak ada mutunya tau! Kalo cuman nggeret2 singkatan, gue juga bisa nyebut lo si Andreas sebagai pengikut paham SEPILIS. Alias: SEmpit, PIlih-pilih, dan skriptuaLIS! atau lebih pantes disebut pengikut paham RAJA SINGA. Dalam pengertian: sok RAmah, padahal JAhat, SInting dan NGAwur. 

Hahaha. Yang terakhir ini tentu saja gue becanda. Jangan dimasukkin hati, ya... Gue ngakuin jadi sedikit terbawa emosi, dan sebel aja sama orang2 yang sok ini, sok itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Trims, artikel Ruzbihan ini menarik. Berpikir ke depan. Cuman, sayangnya, dan lucunya, dikomentarin secara sempit, sopan-tapi-pongah dan, terus terang, memuakkan. </p>
<p>Contohnya komentar Bung Andreas di atas. Buat Andreas [dan kalian semua yang pikirannya sama ama dia]: lo kalo baca buku jangan cuman baca Sabili doang dong. Lo tuh orang berpendidikan kan? Baca buku lain dong. Apa cuma mampu baca majalah Sabili dkk yang konon murah, gampang dikunyah, dan dijual di emperan masjid? Nah di sekolahan/ kuliahan lo juga baca buku macem2 kan. Teori ini teori itu. Gue pikir soal agama juga sama. Coba lo ganti Ustadz deh sekali-kali. Lo jangan musyrikkin tuh akidah lo dengan cuma percaya sama satu pendapat kelompok lo sendiri. Sorry kalo gw rada sewot, tapi gue serius nih ngomong. </p>
<p>Trus, lo enak aja ngomong SEPILIS-SEPILIS&#8230; sambil menuduh gak karuan, dan penuh semangat penghinaan dengan kelompok yang berbeda sama lo! [singkatan itu cuman dipas-pasin, buat nyakitin kelompok lain, gue juga tahu!]. Gak ada mutunya tau! Kalo cuman nggeret2 singkatan, gue juga bisa nyebut lo si Andreas sebagai pengikut paham SEPILIS. Alias: SEmpit, PIlih-pilih, dan skriptuaLIS! atau lebih pantes disebut pengikut paham RAJA SINGA. Dalam pengertian: sok RAmah, padahal JAhat, SInting dan NGAwur. </p>
<p>Hahaha. Yang terakhir ini tentu saja gue becanda. Jangan dimasukkin hati, ya&#8230; Gue ngakuin jadi sedikit terbawa emosi, dan sebel aja sama orang2 yang sok ini, sok itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: novan</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/apakah-masalahnya-akan-selesai-jika-ahmadiyah-menjadi-agama-baru.html#comment-173</link>
		<dc:creator>novan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 14:00:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/apakah-masalahnya-akan-selesai-jika-ahmadiyah-menjadi-agama-baru.html#comment-173</guid>
		<description>merasa perlu melakukan pembelaan terhadap aqidah ini, cuma memang terlihat begitu extrem...ini adalah kekurangn bangsa kita, hal ini dikarenakan pihak yang seharusnya turun tangan (amir bangsa) tidak dapat mengelola hal tersebut dengan cepat, tegas dan tepat.sehingga akibatnya sebagian masyarakat bergerak sendiri...ya..sekali lagi Bangsa ini perlu orang2 yang amanah, komit dengan agamanya dan bijaksana....cuma kita sedang memprosesnya agar semakin banyak orang yang tahu Islam sejati daripada ISlam KTP yang masuk ke jajaran pemerintahan...kita di Indonesia</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>merasa perlu melakukan pembelaan terhadap aqidah ini, cuma memang terlihat begitu extrem&#8230;ini adalah kekurangn bangsa kita, hal ini dikarenakan pihak yang seharusnya turun tangan (amir bangsa) tidak dapat mengelola hal tersebut dengan cepat, tegas dan tepat.sehingga akibatnya sebagian masyarakat bergerak sendiri&#8230;ya..sekali lagi Bangsa ini perlu orang2 yang amanah, komit dengan agamanya dan bijaksana&#8230;.cuma kita sedang memprosesnya agar semakin banyak orang yang tahu Islam sejati daripada ISlam KTP yang masuk ke jajaran pemerintahan&#8230;kita di Indonesia</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: novan</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/apakah-masalahnya-akan-selesai-jika-ahmadiyah-menjadi-agama-baru.html#comment-172</link>
		<dc:creator>novan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 13:54:38 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/apakah-masalahnya-akan-selesai-jika-ahmadiyah-menjadi-agama-baru.html#comment-172</guid>
		<description>tak perlu emosi menanggapi tentang ahmadiyah. anda pembuat artikel ini kok cenderung lebih mengayomi ahmadiyah...anda sepertinya berkecederungan kepada "mereka yang sedang tertindas". 
mas, bahwa Syahadat itu ada 2. Syahadat Tauhid dan Syahadat Rasul. kedua hal ini merupakan batasan yang haq. alias tidak ada tawar menawar, negosiasi, apalagi multi persepsi terhadapnya. itu kita sebut AQIDAH. jadi ketika ada anggapan masih ada nabi baru (apapun sebutannya) setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW maka itu merupakan sebuah bentuk penyelewengan Aqidah. jika sudah demikian maka ISlam telah dilecehkan. timbulnya sesuatu yang baru seperti munculnya Ahmadiyah, Ahmad Mushadeq boleh jadi karena saking jauhnya kita dari zaman Nabi tersebut, diikuti dengan semakin jauhnya umat ini dari para Asatidz, ulama yang shahih dan orang2 alim sejati kemudian masalah dunia yang semakin merajal lela menyebabkan orang ingin mudah mencari sesuatu untuk pegangan yang konkrit. maka timbullah aliran2 tersebut. sebagaimana dalam kisah Nabi ISa AS hingga kelahiran Nabi Muhammad SAW berjarak ratusan tahun, yang akhirnya kaum yahudi dan nasrani tidak tidak mau menerima kedatangan seseorang utusan baru, apalagi utusan tersebut bukan berasal dari kabilah mereka.-anda sudah tahu kisah ini bukan-kalo belum belajar sejarah Rasul dan sahabatnya ya...-
inilah yang kemudian menjadikan orang ingin mencari sesuatu yang baru, fresh, konkrit, real dsb...
sehingga mucullah berbagai aliran yang betul2 exodus dari ISlam sendiri. apapun alasannya.. 
ingat Nabi Muhammad SAW adalah Rasul terakhir la nabiyya ba'da...
ok semoga Allah SWT menjaga hidayah-NYa atas kita semua

jadi ketika ahmadiyah saat ini di"serang" adalah karena kesadaran kaum muslimin yang</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tak perlu emosi menanggapi tentang ahmadiyah. anda pembuat artikel ini kok cenderung lebih mengayomi ahmadiyah&#8230;anda sepertinya berkecederungan kepada &#8220;mereka yang sedang tertindas&#8221;.<br />
mas, bahwa Syahadat itu ada 2. Syahadat Tauhid dan Syahadat Rasul. kedua hal ini merupakan batasan yang haq. alias tidak ada tawar menawar, negosiasi, apalagi multi persepsi terhadapnya. itu kita sebut AQIDAH. jadi ketika ada anggapan masih ada nabi baru (apapun sebutannya) setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW maka itu merupakan sebuah bentuk penyelewengan Aqidah. jika sudah demikian maka ISlam telah dilecehkan. timbulnya sesuatu yang baru seperti munculnya Ahmadiyah, Ahmad Mushadeq boleh jadi karena saking jauhnya kita dari zaman Nabi tersebut, diikuti dengan semakin jauhnya umat ini dari para Asatidz, ulama yang shahih dan orang2 alim sejati kemudian masalah dunia yang semakin merajal lela menyebabkan orang ingin mudah mencari sesuatu untuk pegangan yang konkrit. maka timbullah aliran2 tersebut. sebagaimana dalam kisah Nabi ISa AS hingga kelahiran Nabi Muhammad SAW berjarak ratusan tahun, yang akhirnya kaum yahudi dan nasrani tidak tidak mau menerima kedatangan seseorang utusan baru, apalagi utusan tersebut bukan berasal dari kabilah mereka.-anda sudah tahu kisah ini bukan-kalo belum belajar sejarah Rasul dan sahabatnya ya&#8230;-<br />
inilah yang kemudian menjadikan orang ingin mencari sesuatu yang baru, fresh, konkrit, real dsb&#8230;<br />
sehingga mucullah berbagai aliran yang betul2 exodus dari ISlam sendiri. apapun alasannya..<br />
ingat Nabi Muhammad SAW adalah Rasul terakhir la nabiyya ba&#8217;da&#8230;<br />
ok semoga Allah SWT menjaga hidayah-NYa atas kita semua</p>
<p>jadi ketika ahmadiyah saat ini di&#8221;serang&#8221; adalah karena kesadaran kaum muslimin yang</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andreas</title>
		<link>http://indonesianmuslim.com/apakah-masalahnya-akan-selesai-jika-ahmadiyah-menjadi-agama-baru.html#comment-168</link>
		<dc:creator>andreas</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 16:10:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://indonesianmuslim.com/apakah-masalahnya-akan-selesai-jika-ahmadiyah-menjadi-agama-baru.html#comment-168</guid>
		<description>yang menjadi mustahil itu adalah pikiran anda sendiri.anda telah menutup diri dan pikiran anda dari sesuatu yang belum terjadi.dan kemustahilan anda adalah ke ekslusifan pemikiran anda dalam menerima pemikiran yang sudah mapan saat ini mengenai pilar utama dalam agama islam. ( hanya praduga saja ).

bung untuk melestarikan sebuah isme mesti ada hal yang di korbankan.di amerika saja yang konon menjadi tolak ukur kaum SEPILIS (sekularis,Pluralis,Liberalis) membantai habis paham komunis.nah pertanyaannya dimana letak humanis-nya di negara dambaan kaum SEPILIS itu.

bung Aqidah itu jadi hal yang utama di atas segala-galanya ,bigtupun bagi anda "mungkin".</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang menjadi mustahil itu adalah pikiran anda sendiri.anda telah menutup diri dan pikiran anda dari sesuatu yang belum terjadi.dan kemustahilan anda adalah ke ekslusifan pemikiran anda dalam menerima pemikiran yang sudah mapan saat ini mengenai pilar utama dalam agama islam. ( hanya praduga saja ).</p>
<p>bung untuk melestarikan sebuah isme mesti ada hal yang di korbankan.di amerika saja yang konon menjadi tolak ukur kaum SEPILIS (sekularis,Pluralis,Liberalis) membantai habis paham komunis.nah pertanyaannya dimana letak humanis-nya di negara dambaan kaum SEPILIS itu.</p>
<p>bung Aqidah itu jadi hal yang utama di atas segala-galanya ,bigtupun bagi anda &#8220;mungkin&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
